Yayasan Perempuan dan Anak Negeri Banda Aceh (YPANBA) turut berpartisipasi dalam memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang jatuh setiap tanggal 26 April. Pada tahun 2026 ini, YPANBA mengangkat tema “Bersatu dalam Siaga, Bangun Ketangguhan Perempuan dan Anak dalam Menghadapi Bencana” sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Mengapa Kesiapsiagaan Bencana Penting?
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia. Berdasarkan World Risk Report 2023, Indonesia menempati peringkat kedua dari 193 negara paling rentan terhadap bencana. Tingginya risiko ini menuntut adanya kesiapsiagaan yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat.
Kesiapsiagaan bukan hanya tentang merespons bencana, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mampu mengantisipasi, bertahan, dan pulih setelah bencana terjadi (build back better). Dalam konteks Aceh, ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan cuaca ekstrem masih sering terjadi, sehingga kesiapan masyarakat menjadi semakin penting.
Kelompok perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas merupakan kelompok yang paling rentan dalam situasi bencana. Keterbatasan akses informasi, kapasitas penyelamatan diri yang rendah, serta peran domestik yang melekat seringkali meningkatkan risiko yang mereka hadapi.
Peran YPANBA dalam HKB 2026
Sebagai organisasi yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan anak, YPANBA mengambil peran aktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif. Rangkaian kegiatan HKB 2026 dilaksanakan pada 22–30 April 2026, dengan puncak acara pada 26 April 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, hingga organisasi masyarakat sipil.
Rangkaian Kegiatan
Dalam peringatan HKB 2026, YPANBA menyelenggarakan berbagai kegiatan, antara lain:
- Edukasi di sekolah dan madrasah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang risiko bencana dan langkah penyelamatan diri.
- Sosialisasi di gampong dampingan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat.
- Kampanye digital melalui media sosial, website, dan materi visual seperti flyer dan banner.
- Aksi lingkungan berupa penanaman pohon di daerah rawan banjir sebagai upaya mitigasi bencana.
- Penguatan peran masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
Kampanye ini juga didukung dengan berbagai tagar seperti:
#BersatuDalamSiaga #TangguhMenghadapiBencana #HKB2026 #SiapUntukSelamat
Kolaborasi untuk Ketangguhan Bersama
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, media, serta komunitas lokal, diantaranya: Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA), Solidaritas Perempuan Aceh (SP Aceh), kamiKITA Community Center, Anjong Atjeh, Lentera Habibie, dan Komunitas Muhammadyah (sekolah). Partisipasi aktif dari berbagai elemen ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam membangun keluarga tangguh bencana.
Diperkirakan sekitar 500 peserta akan terlibat dalam rangkaian kegiatan ini, baik secara langsung maupun melalui kampanye digital.
Menuju Masyarakat yang Lebih Siaga
YPANBA meyakini bahwa kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari tingkat keluarga dan komunitas. Dengan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi masyarakat, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisir.
Momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian, kita dapat membangun masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana.