Memulihkan Kehidupan dan Memperkuat Ketahanan Masyarakat

Laporan Update Mei 2026 Respon Bencana Aceh
Laporan Update Mei 2026 Respon Bencana Aceh

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh masih menyisakan dampak bagi masyarakat hingga masa transisi. Di tengah keterbatasan akses air bersih, pangan, tempat tinggal, serta sumber penghidupan, perempuan, anak, lansia, dan keluarga rentan lainnya menjadi kelompok yang menghadapi tantangan paling besar.

Pada Mei 2026, Yayasan Perempuan dan Anak Negeri Banda Aceh (YPANBA) didukung dengan jaringan Quaker Australia melanjutkan respon di Desa Gayo Setie, Kabupaten Bener Meriah, serta Desa Bale Panah dan Desa Kubu, Kabupaten Bireuen. Dukungan diberikan melalui distribusi bahan makanan dan hygiene kit bagi keluarga rentan, dukungan modal usaha dan pelatihan pengembangan ekonomi, serta dukungan material untuk memperbaiki akses jalan desa yang rusak akibat longsor.

Pemulihan juga diarahkan pada kebutuhan psikososial dan kesiapsiagaan. Sebanyak 58 anak mengikuti kegiatan psikososial melalui permainan dan menggambar bersama, sementara 138 siswa mendapatkan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana.

Dukungan tersebut mulai memberikan perubahan nyata. Sebanyak 784 jiwa di Desa Gayo Setie memperoleh akses yang lebih mudah melalui jalan alternatif yang diperbaiki secara gotong royong. Sebanyak 30 keluarga dari kelompok berisiko tinggi merasa terbantu dengan dukungan pangan, sementara 10 keluarga mulai memulihkan penghidupan melalui modal untuk kembali berkebun. Di sisi lain, kegiatan psikososial memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkumpul, bermain, dan melepaskan sebagian trauma pascabencana.

Bagi YPANBA, respon bencana bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga mendukung masyarakat untuk memulihkan kehidupan, membangun kembali penghidupan, dan memperkuat ketahanan menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page