YPANBA

Dokumentasi: Desy-YPANBA. Ibu Nurasiah di depan pekarangan rumahnya yang ditanami dengan padi.

From Women’s Gardens, Resilience Grows

Menguatkan pangan lokal, solidaritas ekonomi perempuan, dan pemulihan penghidupan pascabanjir melalui kelompok tani perempuan di Bireuen dan Pidie Jaya. Ketika sawah belum dapat digarap dan kebutuhan pangan keluarga harus tetap dipenuhi, menanam di sekitar rumah menjadi salah satu pilihan untuk mempertahankan penghidupan. Bagi Nurasiah, anggota kelompok tani perempuan di Desa Kubu, Kabupaten Bireuen, bertani bukanlah

From Women’s Gardens, Resilience Grows Read More »

Dokumentasi YPANBA. Kelompok Tani Perempuan ‘Gigeh Meutabi’ Desa Kubu, Bireuen bertanam di lahan rumah.

CYCLONE SENYAR RESPONSE – Stories of Change from Affected Communities in Aceh

RESPONS SIKLON SENYAR Cerita Perubahan dari Komunitas Terdampak di Aceh “Pemulihan bukan hanya tentang membangun kembali apa yang rusak, tetapi tentang membantu masyarakat mendapatkan kembali akses, penghidupan, kemandirian dan harapan.” Dari Dukungan Menjadi Perubahan Pemulihan pascabencana tidak berhenti ketika bantuan darurat selesai dibagikan. Bagi masyarakat terdampak di Gayo Setie (Bener Meriah), Kenawat (Aceh Tengah), Kubu

CYCLONE SENYAR RESPONSE – Stories of Change from Affected Communities in Aceh Read More »

Dokumentasi: Pinpin – Relawan YPANBA

Warna, Jeda, dan Belajar Memberi Ruang untuk Diri Sendiri

Ada kalanya kita menjalani hari dengan begitu banyak hal yang harus diselesaikan. Pekerjaan yang belum selesai, pesan yang harus dibalas, dokumen yang perlu diperiksa, dan berbagai tanggung jawab lain yang seolah tidak pernah benar-benar habis. Bahkan ketika satu pekerjaan selesai, biasanya sudah ada pekerjaan lain yang menunggu untuk dikerjakan. Tanpa sadar, kita mulai terbiasa menjalani

Warna, Jeda, dan Belajar Memberi Ruang untuk Diri Sendiri Read More »

Dok.YPANBA

Strengthening Pageu Gampong: Building Protection for Women and Children in the Aftermath of Disasters

Bireuen, 29–30 Agustus 2026 — Bencana hidrometeorologi tidak hanya meninggalkan kerusakan pada rumah, infrastruktur, dan sumber penghidupan. Bagi perempuan, anak, lansia, orang muda, dan penyandang disabilitas, situasi pascabencana juga dapat memperbesar kerentanan psikologis maupun sosial, termasuk meningkatnya risiko Kekerasan Berbasis Gender (KBG/GBV). Kondisi tersebut semakin kompleks ketika keluarga harus menghadapi keterbatasan ekonomi, hunian sementara yang

Strengthening Pageu Gampong: Building Protection for Women and Children in the Aftermath of Disasters Read More »

Dok.YPANBA

YPANBA Strengthens Community Paralegals to Protect Women and Children After Disasters

Bener Meriah, 28 Agustus 2026 — Yayasan Perempuan Anak dan Negeri Berbasis Aceh (YPANBA) melaksanakan Pelatihan Paralegal GBV (Gender-Based Violence) dan MHPSS (Mental Health and Psychosocial Support) bagi Penyintas Bencana Hidrometeorologi pada 27–28 Agustus 2026 di Kabupaten Bener Meriah. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan komunitas dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Kegiatan pelatihan ini

YPANBA Strengthens Community Paralegals to Protect Women and Children After Disasters Read More »

Ummi Salamah — dokumentasi yang dipamerkan di Museum Perjuangan Bireuen. Foto: Koleksi Museum Aceh / dokumentasi YPANBA.

Ummi Salamah: The Woman Who Helped Preserve the Voice of the Republic from the Acehnese Jungle

Ummi Salamah — dokumentasi yang dipamerkan di Museum Perjuangan Bireuen. Foto: Koleksi Museum Aceh / dokumentasi YPANBA. Ketika berbicara tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, nama-nama panglima, tentara, dan pemimpin perang sering kali menjadi bagian terbesar dari cerita. Namun, di balik perjuangan itu terdapat banyak perempuan yang ikut bergerak, bekerja, dan mengambil risiko—meski nama mereka tidak

Ummi Salamah: The Woman Who Helped Preserve the Voice of the Republic from the Acehnese Jungle Read More »

Dok. YPANBA

Caring for Forests Begins with Strengthening Customary Institutions: Reflections on the Pre-Duek Pakat of Pawang Glee, Peutua Sambinoe, and Imum Mukim in Aceh Besar

Aceh Besar, 25 Juli 2026 — Di tengah meningkatnya tekanan terhadap kawasan hutan akibat alih fungsi lahan, eksploitasi sumber daya alam, dan melemahnya kelembagaan lokal, berbagai unsur masyarakat adat di Aceh Besar berkumpul dalam kegiatan Pra Duek Pakat Pawang Glee, Peutua Sambinoe, dan Imum Mukim. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk mendengarkan pengalaman, mengidentifikasi tantangan,

Caring for Forests Begins with Strengthening Customary Institutions: Reflections on the Pre-Duek Pakat of Pawang Glee, Peutua Sambinoe, and Imum Mukim in Aceh Besar Read More »

Dok.YPANBA

Building Post-Disaster Safe Spaces: Community-Based Strengthening of Women and Child Protection in North Aceh

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir tahun 2025 tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik dan gangguan layanan dasar, tetapi juga memperbesar kerentanan kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak. Dalam situasi krisis, berbagai risiko seperti kekerasan, eksploitasi, penelantaran, hingga keterbatasan akses terhadap ruang aman semakin meningkat. Melalui pengalaman pendampingan dan respons kemanusiaan di Kabupaten Aceh Utara,

Building Post-Disaster Safe Spaces: Community-Based Strengthening of Women and Child Protection in North Aceh Read More »

Kondisi akses jalan yanh masih terisolir di Desa Gayo Setie (Dok. YPANBA)

Restoring Lives and Strengthening Community Resilience

Laporan Update Mei 2026 Respon Bencana Aceh Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh masih menyisakan dampak bagi masyarakat hingga masa transisi. Di tengah keterbatasan akses air bersih, pangan, tempat tinggal, serta sumber penghidupan, perempuan, anak, lansia, dan keluarga rentan lainnya menjadi kelompok yang menghadapi tantangan paling besar. Pada Mei 2026, Yayasan

Restoring Lives and Strengthening Community Resilience Read More »

Dok. YPANBA

Voices from the Field: The Aceh Response

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir 2025 hingga awal 2026 telah meninggalkan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Hingga memasuki masa transisi darurat ke pemulihan, ribuan warga masih menghadapi keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, mulai dari hunian yang layak, akses air bersih, hingga pemulihan ekonomi keluarga. Kondisi di lapangan menunjukkan

Voices from the Field: The Aceh Response Read More »

You cannot copy content of this page